Selamat Datang

Situs web ini dibangun dan dipersembahkan sebagai kanal penyebar­luasan hasil kerja-kerja digitalisasi kami, Yayasan Sastra Lestari (YASRI). Sejak 1997, kami turut ambil bagian dalam upaya penyelamatan dan pelestarian karya-karya sastra daerah Nusantara, utamanya sastra Jawa. Ribuan judul karya sastra Jawa sebagian besar sudah kami salin ke teks digital; selebihnya, dalam bentuk citraan digital.

/sastra/modules/slide-actors.inc.php

Materi koleksi digital kami, untuk sementara waktu, dikhususkan pada naskah sastra Jawa dari Jawa Tengah dan sekitarnya yang digubah pada sepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Naskahnya berupa tulisan tangan (carik) maupun cetakan (cithak). Metrumnya ada yang prosa (gancaran), ada yang puisi (tembang).

Karya-karya yang termasuk langka itu nyaris seluruhnya dianggit dalam aksara Jawa. Kerja kami, selain mengetik dan memotret, juga mengalih­aksarakan aksara Jawa itu ke aksara Latin. Salinan ditampilkan persis sesuai sumbernya. Catatan-kaki kami bubuhkan sebagai usulan atau masukan manakala ditemukan hal-hal yang dirasa kurang jelas, kurang valid, atau kurang sempurna penulisannya.

Tujuan kerja kami, dengan demikian, adalah mendedikasikan diri sebagai salah satu sumber digital terpercaya tempat data-data primer sastra Jawa dapat dibaca, ditelusuri, dan dikaji secara mahardika oleh siapa saja. Untuk itu, kami berkomitmen menempuh langkah-langkah berkesinam­bungan yang diiringi peningkatan layanan, termasuk dengan terus melengkapi judul karya sastra berikut informasinya, serta menyem­purnakan fasilitas dan peranti yang telah ada.


Paramasastra Jawa

Taal en letterkunde - bahasa dan sastra - itulah subyek riset yang banyak digandrungi para sarjana Eropa yang berdinas di Jawa pada abad XIX dan awal abad XX. Para penginjil awal yang tiba di Jawa, begitu datang, mereka sudah langsung bergelut dengan berderet-deret buku bahan dakwah yang perlu diterjemahkan ke dalam sejumlah bahasa Nusantara, termasuk bahasa Jawa. Di belakang Pemerintah Belanda, selain ada sekumpulan penekun taal en letterkunde, pada sepanjang abad XIX sudah terdapat sekolah untuk menggembleng pejabat pemerintah dalam soal taal en letterkunde Jawa berikut sokongan dana risetnya.

Dalam hal riset, pendekatan yang diadopsi para sarjana-Eropa pionir tersebut amat dipengaruhi oleh gairah pencapaian intelektual Eropa kala itu, terutama menyangkut ilmu alam, yakni: menerapkan analisis ilmiah pada segala disiplin, tak terkecuali kajian bahasa dan sastra. Segera setelah diterapkan pada kajian taal en letterkunde Jawa, pendekatan ilmiah tersebut tak pelak menyedot perhatian kalangan intelektual Jawa abad XIX.

Akan halnya para filsuf besar Eropa, para intelektual "sarjana-sujana" Jawa itu menempatkan pendekatan ilmiah sebagai sarana untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh tentang masyarakat dan, seperti laiknya periode-periode sejarah Jawa, mengadopsinya untuk lebih menumbuhkembangkan budaya mereka sendiri. Sebukti kesaksian bagi kesinambungan dan perubahan (continuity and change) dalam sejarah Jawa.

Para sarjana-sujana mengadopsi metode dan teknik ilmiah modern bukan saja untuk menganalisis, tapi juga untuk mengartikulasikan basa (bahasa Jawa), paramasastra (tata-bahasa), carakan (aksara) yang, pada sekujur abad XIX, melahirkan langgam yang menghiasi majalah, surat kabar, hingga, pada pengujung abad XIX, cetakan-cetakan.

Sastra Lestari telah mengidentifikasi sejumlah karya mustahak yang dipandang cukup menggambarkan ikhtiar sarjana-sujana abad XIX mengembangkan kajian paramasastra Jawa; dan berikut ini, tiga karya di antaranya (telah dialihaksarakan dan didigitalkan) dapat diakses:

Selamat Datang: Citra 1 dari 3
sert\%rmsÙÒ`

Sêrat Paramasastra

Karanganipun Radèn Ngabèi Rônggawarsita. Kawêdalakên dening Ki Padmasusatra, Surakarta, 1893. Albert Rusche & Co, Surakarta: 1900, 128 hlm.

Selamat Datang: Citra 2 dari 3
ly=%rmssÒ`jw

Layang Paramasastra Jawa

Anggitane Mas Ngabèi Dwija Sewaya. Jilidan 1: Prabot lan Rimbag. Cap-capan kaping pindho. N. V. Voorheen H. Buning, Ngayogyakarta: 1910, 83 hlm.

Selamat Datang: Citra 3 dari 3
ly=crkn\

Layang Carakan

Anggitane Kyai Padmasusastra. Kaêcap ingkang kaping tiga. N. V. Mij. t/v. d/z. Albert Rusche & Co. Surakarta: 1917, 47 hlm.