/sastra/katalog/judul/judul.inx.php
Sajarah Dêmak, British Library (Add MS 12313 b), 1785, #971
Katalog #:971
Bagian dari:Kang 45 buk, British Library (Add MS 12313 a), awal abad ke-19, #970
Jumlah kata:21.526
Sajarah Dêmak, British Library (Add MS 12313 b), 1785, #971: Citra 1 dari 4
Sajarah Dêmak, British Library (Add MS 12313 b), 1785, #971: Citra 2 dari 4
Sajarah Dêmak, British Library (Add MS 12313 b), 1785, #971: Citra 3 dari 4
Sajarah Dêmak, British Library (Add MS 12313 b), 1785, #971: Citra 4 dari 4
Koleksi :
1. Sajarah Dêmak, British Library (Add MS 12313 b), 1785, #971. Kategori: Kisah, Cerita dan Kronikal > Babad. Tanggal diunggah: 26-Mei-2026. Jumlah kata: 21.526. Berapa kali dibuka: 183.
» Sajarah Dêmak, British Library (Add MS 12313 b), 1785, #971. Pangkalan-data > Tembang macapat.
Ikhtisar :
Sajarah Dêmak merupakan bagian kedua dari naskah komposit ini. Teks ini memuat silsilah yang bergerak dari Nabi Adam menuju garis-garis keturunan sakral, legendaris, kerajaan, dan keagamaan di Jawa. Melalui para wali, naskah ini menghubungkan keturunan, perkawinan, hubungan murid-guru, dan jabatan keagamaan dengan penyebaran agamaning nabi.

Kisah kemudian beralih kepada Radèn Patah, putra Brawijaya, yang menerima ajaran dari Sunan Ngampèl. Ia diperintahkan menetap di Galagah Arum, tempat para pengikut mulai berkumpul dan kekuasaan Dêmak Bintara mulai terbentuk. Konflik dengan Majapait dikisahkan melalui peperangan, peran para wali, dan tanda-tanda gaib.

Setelah berdirinya Dêmak, narasi bergeser ke Pêngging dan garis Ki Agêng Pêngging. Hubungannya yang tegang dengan penguasa Dêmak berakhir dengan kedatangan Sunan Kudus dan wafatnya Ki Agêng Pêngging. Naskah lalu mengikuti perjalanan putranya, Jaka Tingkir, yang diasuh oleh kerabat dan sesepuh, menerima ajaran keagamaan dan laku tapa, mengabdi di Dêmak, sempat diusir, lalu dipulihkan kedudukannya setelah mengalahkan kerbau maesa andhanu yang mengamuk di Prawata.

Bagian berikutnya mengisahkan perpindahan kuasa dari Dêmak ke Pajang. Jaka Tingkir menjadi Dipati Pajang, menikah ke dalam garis Dêmak, dan sesudah wafatnya Sultan Dêmak, pusaka serta kewenangan Dêmak dibawa ke Pajang. Peralihan ini disertai pengakuan para bangsawan dan dukungan para pengikut Jaka Tingkir.

Bagian akhir naskah berpusat pada konflik dengan Jipang. Arya Panangsang menolak tunduk kepada Pajang, dan narasi mengaitkannya dengan wafatnya Sunan Prawata dan Pangran Kalinyamat. Sultan Pajang kemudian menemui Ratu Kalinyamat dan menyatakan kesanggupannya untuk menyebabkan kematian Arya Panangsang. Naskah berhenti pada titik ini, ketika konflik masih belum diselesaikan.

Naskah Sajarah Dêmak terdiri atas 26 pupuh, 730 bait, 5.591 gatra, dan sekitar 20.012 kata. Nama penulis tidak disebutkan. Bagian pembuka mencatat waktu penulisan sebagai Sêtu Kliwon, 15 Sapar, taun Be, dengan sengkala "sirah kalih tênggak satunggil tusan pitu" yang belum jelas pembacaannya. Ricklefs (1977) mencatat tahun naskah sebagai AJ 1712. Jika mengikuti pembacaan tersebut, tanggal 15 Sapar Be AJ 1712 berpadanan dengan Minggu, 18 Desember 1785, dengan selisih satu hari terhadap unsur Sêtu Kliwon dalam teks.

Deskripsi

Judul
Tipe:Naskah
Bentuk:Tembang
Bahasa:Jawa
Aksara:Jawa
Jilid
Halaman:58 (ff. 2v–31r).
Sumber
Katalog:British Library Add MS 12313 b Digital
Ukuran:27 x 21 cm., 14–23 baris per halaman.
Kertas:Jawa. Lihat deskripsi di: Ricklefs et al., 1977, hlm. 48–9.
Digitalisasi
Tanggal:2025-03-18
Sumber dari:British Library Add MS 12313 b Digital
Pemindaian:British Library
Pengalih­aksaraan:Yayasan Sastra Lestari
Pengetikan:Yayasan Sastra Lestari